blogFanz

Blogging, Techno and Culture


Wanita Itu..

Postingan ini kaga ada hubungannya sama Hari kartini. Ini cuma karena spontanitas doank. Kalo ditanya pendapat saat tentang kartini, menurut saya sebelum kartini sudah ada banyak perempuan hebat. Such as Cut Nyak Dien dan pejuang wanita lainnya. So kenapa kita harus terpaku pada satu sosok?

Anyway saya pengen nanya deh, kenapa sih pas hari kartini doank pake kebayanya? Kalo hari hari biasa koq nyaman banget tank top sama hot pans nya *ditabok*. Eh eh saya bukan ga menghargai hari kartini lho. Sip :)
Hmm saya punya puisi bagus nih buat para wanita. Puisi ini ada di buku Agar Bidadari Cemburu Padamu karya mas Salim A. Fillah yang bukunya belom selese saya baca (Maap yah mas puisinya saya ambil :) ). Ini nih puisinya (more…)

Catatan Seorang Lelaki

Perempuan, tahukah bahwa dirimu itu indah?
Tahukah bahwa dengan kecantikanmu dapat membuat kami terus memikirkanmu
Tahukah saat memandangmu berjalan kami serasa terhipnotis dengan lenggok pinggulmu
Tahukah kau tentang semua itu?

Perempuan, Jika baju itu kekecilan buat mu, kenapa masih di pakai?
Kau marah saat kami memandangi lekuk tubuhmu yang terbungkus baju yang harusnya buat adikmu
Padahal kau sendiri yang menggoda kami dengan menampakkan lekuk tubuhmu
(more…)

Curhatan Di Selembar Duit

Hahaha sori kalo judul gue kali ini rada rada gimana gtu. Soalnya judulnya berhubungan banget sama tulisan gue kali ini. Mungkin hanya di Indonesia aja kali yah duit nya boleh di tulis tulis, soalnya gue belom pernah liat dollar ada tulisan tulisan pake pena. Sepertinya orang Indonesia kreatif banget. Seperti kemaren gue nemuin duit yang di penuhi sama tulisan.

Tulisannya seperti puisi. Tapi setelah gue baca lebih teliti ternyata tulisannya adalah ungkapan hati seseorang deh. Entah cowo ato cewe gue juga kurang tau. Biar lebih jelas gue tulis ulang tulisan di duit seribu perak tersebut. (more…)

Puisi (Cahaya Bulan)

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

(more…)

Sendiri

kita tak harus slalu bersama
kadang perlu untuk sendiri
menyingkir dari keramaian
merenungi semua yang tlah di lakukan

kita tak harus slalu sejalan
kadang harus berpisah
karena tujuan kita berbeda
karena mimpi kita tak sama

kita memang tak harus slalu bersama
karena kita akan sendiri
mati
dan pertanggung jawabkan dosa ini
pertanggung jawabkan amal ini
di hadapanNya
sendiri
tanpa nya
tanpa mu
tanpa mereka..


saat hujan basahi bumi
10 april 2009

Puisi ini gue bikin ketika malem pengajian waktu nenek gue meninggal. Orang yang deket banget bagi gue.

Puisi ini diikut sertakan dalam acara PARADE PUISI CINTA