<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blogFanz &#187; Sedikit Puitis</title>
	<atom:link href="http://fanz.web.id/category/sedikit-puitis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fanz.web.id</link>
	<description>tak sekedar catatan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:51:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Random</title>
		<link>http://fanz.web.id/2011/12/20/random/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2011/12/20/random/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 07:16:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari² Gue]]></category>
		<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=869</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku kembali. Setelah sekian lama meninggalkannya, mencoba melupakannya. Namun tetap saja tak bisa ku lupakan semua kenangan itu. Hingga ku putuskan untuk kembali untuk sekadar melihatnya setelah sekian lama menghilang darinya. Dia terlihat begitu berbeda semenjak aku meninggalkannya. Tak tampak seperti saat itu. Kini dia semakin tangguh dan lebih ceria sejak aku memutuskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku kembali. Setelah sekian lama meninggalkannya, mencoba melupakannya. Namun tetap saja tak bisa ku lupakan semua kenangan itu. Hingga ku putuskan untuk kembali untuk sekadar melihatnya setelah sekian lama menghilang darinya.</p>
<p>Dia terlihat begitu berbeda semenjak aku meninggalkannya. Tak tampak seperti saat itu. Kini dia semakin tangguh dan lebih ceria sejak aku memutuskan untuk mundur dari hidupnya. Aku tak menyesali keputusanku waktu itu untuk melepaskannya. Karena aku tak mau dia terlalu bergantung kepadaku. Karena aku takkan pernah selalu ada untuknya.</p>
<p>Dan terbukti sekarang ia tak membutuhkan ku lagi. Ia sudah bisa berdiri di atas kakinya dan menapaki kenyataan yang kadang pahit untuk di telan. Dia telah tumbuh menjadi wanita yang tidak mudah bergantung kepada setiap orang. Dan satu lagi dia bukan dirinya yang dulu lagi. Namun dia tetap lucu seperti waktu ku tinggalkan dulu.</p>
<p>Kadang aku merindukan cerita tentang hari-harinya. Keluh kesahnya tentang masalah yang di hadapinya, tentang temannya yang menghianatinya dan cerita lain darinya. Ingin rasanya menghubunginya lagi. Namun rasanya tidak mungkin untukku melakukan itu. Aku tidak mau dia mengingatku lagi. Cukup bagiku untuk mengikuti hidupnya dari jauh. Aku sudah puas…</p>
<p>Untuk kamu yang disana. Hey gadis, maafkan aku meninggalkan kamu. Namun itu semua ku lakukan untuk kebaikan kita bersama. Terbukti sekarang kamu tak membutuhkan ku lagi. Terbukti sekarang kamu jauh lebih kuat. Someday aku ingin lihat kamu lebih bahagia daripada hari ini. Senang rasanya melihat kamu udah bisa move on.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2011/12/20/random/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Untukmu Saudariku</title>
		<link>http://fanz.web.id/2011/03/01/surat-untukmu-saudariku/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2011/03/01/surat-untukmu-saudariku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 06:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[identitas muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan dalam islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[Surat ini kutuliskan untuk dirimu wahai para wanita tangguh. Wanita yang selalu menjaga hijabnya. Wanita perindu surga nan abadi. Wanita yang sadar akan betapa berharganya dirinya dan mampu menjaganya. Wanita yang selalu menjaga hatinya dari cinta semu yang tak hakiki. Untukmu ukhti Fillah. Tetapkan hatimu. Istiqamah lah dengan hijab yang selalu engkau kenakan. Insya Allah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surat ini kutuliskan untuk dirimu wahai para wanita tangguh. Wanita yang selalu menjaga hijabnya. Wanita perindu surga nan abadi. Wanita yang sadar akan betapa berharganya dirinya dan mampu menjaganya. Wanita yang selalu menjaga hatinya dari cinta semu yang tak hakiki.</p>
<p>Untukmu ukhti Fillah. Tetapkan hatimu. Istiqamah lah dengan hijab yang selalu engkau kenakan. Insya Allah hijab tersebut akan melindungimu dari gangguan yang akan mengintaimu. Jangan pernah sekalipun engkau berfikir untuk melepasnya demi menampakkan indahnya rambut, halusnya tangan dan putihnya betis mu. Jangan pernah mau!<br />
<span id="more-796"></span>Jagalah selalu akhlak mu. Jangan kau buat malu saudari mu yg lain dengan kelakuan yang tidak mencerminkan bahwa kau adalah muslimah. Sudah cukup aku mendengar, melihat dan membaca beberapa kisah tentang perempuan yang berjilbab namun bertingkah “nakal” . Andai mereka tahu bahwa dengan mengenakan hijab sesungguhnya akhlak mereka akan terpelihara. Paling tidak mereka malu dengan hijab yang melekat jika timbul keinginan “nakal” tersebut</p>
<p>Ukhti.. Miris rasanya melihat beberapa saudari kita yang mengaku dirinya akhwat namun masih saja suka berkhalwat. Berdua dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Ketika ditanya mereka jawabnya hanya teman saja. Jika mereka bilang hanya teman saja kenapa bercandanya seperti itu? Kenapa pegang-pegangan tangan? Hey, kalian bukah mahram! Memang sih kesalahan bukan hanya dari saudari kita tersebut, namun juga dari si pria yang terus menerus merayu. Ini PR kita bersama untuk mengenalkan mereka dengan Islam yang sebenarnya.</p>
<p>Ukhti&#8230; Jangan engkau tergoda melepas pakaian takwa mu itu hanya karena alasan modernisasi. Sadarkah engakau bahwa apa yang mereka bilang modern adalah suatu kemunduran. Semakin tahun ku lihat pakaiannya semakin terbuka. Dan mereka bangga memamerkan tubuh yang seharusnya menjadi hak suaminya nanti.</p>
<p>Ukhti.. Sadarkah engkau bahwa Islam mengistimewakan kaum mu. Ingat Rasul pernah bilang siapa yang harus di hormati terlebih dahulu? “Ummuka Ummuka Ummuka”. Doa kalian pun lebih makbul di banding doa para lelaki karena kalian lebih penyayang. Dan surga pun di umpamakan terletak di bawah kaki ibu.</p>
<p>Jadi ukhti Fillah. Banggalah engkau dengan identitas muslimahmu. Jangan pernah malu. Jangan pernah sembunyikan. Jangan pernah mau melepaskan hijabmu demi hal hal yang bersifat dunia. Maaf apabila di suratku yang pendek ini aku sedikit menyingungmu. Keep istiqamah ukhti!</p>
<p>28/02/11 1:36 am</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2011/03/01/surat-untukmu-saudariku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Itu..</title>
		<link>http://fanz.web.id/2010/04/22/wanita-itu/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2010/04/22/wanita-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 07:04:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[hari kartini]]></category>
		<category><![CDATA[kartini]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi romantsi]]></category>
		<category><![CDATA[tentang wanita]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Postingan ini kaga ada hubungannya sama Hari kartini. Ini cuma karena spontanitas doank. Kalo ditanya pendapat saat tentang kartini, menurut saya sebelum kartini sudah ada banyak perempuan hebat. Such as Cut Nyak Dien dan pejuang wanita lainnya. So kenapa kita harus terpaku pada satu sosok? Anyway saya pengen nanya deh, kenapa sih pas hari kartini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan ini kaga ada hubungannya sama Hari kartini. Ini cuma karena spontanitas doank. Kalo ditanya pendapat saat tentang kartini, menurut saya sebelum kartini sudah ada banyak perempuan hebat. Such as Cut Nyak Dien dan pejuang wanita lainnya. So kenapa kita harus terpaku pada satu sosok?</p>
<p>Anyway saya pengen nanya deh, kenapa sih pas hari kartini doank pake kebayanya? Kalo hari hari biasa koq nyaman banget tank top sama hot pans nya *ditabok*. Eh eh saya bukan ga menghargai hari kartini lho. Sip <img src='http://fanz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Hmm saya punya puisi bagus nih buat para wanita. Puisi ini ada di buku Agar Bidadari Cemburu Padamu karya mas Salim A. Fillah yang bukunya belom selese saya baca (Maap yah mas puisinya saya ambil <img src='http://fanz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ). Ini nih puisinya<span id="more-594"></span></p>
<blockquote><p>Bukan dari tulang ubun ia dicipta<br />
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja<br />
Tak juga dari tulang kaki<br />
Karena nista menjadikannya di injak dan di perbudak</p>
<p>Tetapi dari rusuk kiri<br />
Dekat ke hati untuk di cintai<br />
Dekat ke tangan untuk di lindungi</p></blockquote>
<p>Gimana puisinya? Rasanya setelah baca nih puisi saya jadi pengen cepet cepet mencintai dan melindungi wanita deh *sableng*. Hahaha. Jadi bersyukurlah jadi wanita. Karena engkau tercipta dari tulang rusuk. Karena engkau tercipta buat di cintai dan di lindungi.</p>
<p>Jadi ga akan ada tuh yang namanya pelecehanan seksual kalo si wanita tersebut enggak melecehkan dirinya sendiri dan menjaga dirinya. Jangan pernah mengeluh karena dirimu wanita soalnya wanita itu kata kak Rhoma adalah perhiasan dunia (ketahuan deh dangdutnya).</p>
<p>Udah ah pengen cari bini dulu, ada yang mau sama saya?? Saya cakep lho, cuma belom kerja aja koq.. *gilanya kumat*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2010/04/22/wanita-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Seorang Lelaki</title>
		<link>http://fanz.web.id/2010/04/07/catatan-seorang-lelaki/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2010/04/07/catatan-seorang-lelaki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 06:02:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[puisi tentang wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan, tahukah bahwa dirimu itu indah? Tahukah bahwa dengan kecantikanmu dapat membuat kami terus memikirkanmu Tahukah saat memandangmu berjalan kami serasa terhipnotis dengan lenggok pinggulmu Tahukah kau tentang semua itu? Perempuan, Jika baju itu kekecilan buat mu, kenapa masih di pakai? Kau marah saat kami memandangi lekuk tubuhmu yang terbungkus baju yang harusnya buat adikmu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan, tahukah bahwa dirimu itu indah?<br />
Tahukah bahwa dengan kecantikanmu dapat membuat kami terus memikirkanmu<br />
Tahukah saat memandangmu berjalan kami serasa terhipnotis dengan lenggok pinggulmu<br />
Tahukah kau tentang semua itu?</p>
<p>Perempuan, Jika baju itu kekecilan buat mu, kenapa masih di pakai?<br />
Kau marah saat kami memandangi lekuk tubuhmu yang terbungkus baju yang harusnya buat adikmu<br />
Padahal kau sendiri yang menggoda kami dengan menampakkan lekuk tubuhmu<br />
<span id="more-569"></span><br />
Perempuan, jika rok itu terlalu kependekan buat mu, kenapa masih di pakai?<br />
Kau lagi lagi marah, saat kami melirik ke arah paha mulusmu yang kau pertontonkan<br />
Padahal sekali lagi kau yang mengoda kami, mengundang kami untuk memandangi keindahanmu itu</p>
<p>Perempuan, tidak kah kau tahu bahwa sulit bagi kami untuk menahan godaanmu<br />
Maka tolonglah jangan goda kami dengan pakaian minim yang melekat di tubuhmu<br />
Tolonglah jangan merendahkan harkat kaummu dengan pakaian neraka itu.</p>
<p>Dan perempuan, Kenapa sih kau mau di pegang pegang orang yang bukan mahrammu?<br />
Padahal dia yang kau sebut pacar itu, belum tentu menjadi suami mu.<br />
Apakah kamu mau memberikan semuanya kepada orang yang belum tentu akan memilimu secara sah?</p>
<p>Perempuan, Tahukah kau bahwa seharusnya kau menjaga dirimu dan kesucianmu.<br />
Bukannya membiarkan setiap lelaki bebas dan dengan seenaknya memegangmu, menciummu bahkan menidurimu<br />
Apa jawabmu bila nanti suami mu bertanya tentang hal tersebut?<br />
Apakah kesucian hanya sebatas keperawanan saja?</p>
<p>Perempuan ku, maafkan atas surat ku ini<br />
Aku memang lelaki yang kolot, ketinggalan jaman yang tidak bisa mengikuti irama dunia ini<br />
Hanya dengan surat singkat ku ini ku dapat mengungkapkan kegundahan hati ku akan tingkah laku kalian</p>
<p>Buat perempuan yang masih menggangap bahwa hidup ini abadi.</p>
<p>Maaf buat para perempuan yang tersinggung, bukan maksud saya menyinggung</p>
<p>Bukittinggi, 09:32 PM, 6 April 2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2010/04/07/catatan-seorang-lelaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan</title>
		<link>http://fanz.web.id/2010/03/05/kebiasaan/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2010/03/05/kebiasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 07:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari² Gue]]></category>
		<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Kebiasaan kalo awal kuliah rada males Kebiasaan kalo awal kuliah dosen yang dateng dikit Kebiasaan kalo hotspot di kampus lebih sering off Kebiasaan kalo mereka cuma ngerti teori Kebiasaan yang akhirnya menjadi biasa..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebiasaan kalo awal kuliah rada males</p>
<p>Kebiasaan kalo awal kuliah dosen yang dateng dikit</p>
<p>Kebiasaan kalo hotspot di kampus lebih sering off</p>
<p>Kebiasaan kalo mereka cuma ngerti teori</p>
<p>Kebiasaan yang akhirnya menjadi biasa..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2010/03/05/kebiasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makhluk manis di friendster</title>
		<link>http://fanz.web.id/2009/08/29/makhluk-manis-di-friendster/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2009/08/29/makhluk-manis-di-friendster/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 03:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen cinta]]></category>
		<category><![CDATA[cewek friendster]]></category>
		<category><![CDATA[pacar]]></category>
		<category><![CDATA[teman dekat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Warning! ini cuma tulisan gue yang kurang kerjaan. Kalo ada kisah yang mirip bukan gue mirip miripin kok. Kalo elo ngerasa endingnya garing emank gue bikin garing kok. Okeh selamat menikmati Hari itu satu tahun yang lalu. Ketika aku ga ada kerjaan ngelihatin friendlist temen temen. Ga sengaja mata ku tertuju pada satu foto. Makhluk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Warning! ini cuma tulisan gue yang kurang kerjaan. Kalo ada kisah yang mirip bukan gue mirip miripin kok. Kalo elo ngerasa endingnya garing emank gue bikin garing kok. Okeh selamat menikmati <img src='http://fanz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hari itu satu tahun yang lalu. Ketika aku ga ada kerjaan ngelihatin friendlist temen temen. Ga sengaja mata ku tertuju pada satu foto. Makhluk dalam foto itu sangat menyita perhatianku. Hingga ku putuskan untuk menjadikannya teman friendsterku.</p>
<p>Ternyata ajakan ku untuk menjadikannya teman di terimanya. Dan kami pun mulai saling bertukar testimonial. Ternyata makhluk manis itu masih duduk di bangku smp swasta di daerahku. Aneh, pertamakali ku melihat fotonya aku pikir dia adalah siswi smu. Mungkin sekarang pertumbuhan anak anak cepat ya.<br />
<span id="more-237"></span><br />
Hari hari berikutnya kami semakin akrab. Walau tidak pernah bertemu secara nyata. Namun testimonialnya selalu ada di friendster ku. Dan mulai lah kami saling tukar id messenger kami. Setelah salah kasih id messenger komunikasi ku dengan makhluk manis itu semakin sering. Entah kenapa ada perasaan aneh yang bikin aku selalu ingin chatting dengan makhluk manis itu.</p>
<p>Sebenarnya sudah lama aku ingin meminta nomer hape si makhluk manis. Namun aku terlalu takut untuk melakukannya. Sehingga aku Cuma hanya bisa menahan diri untuk sekedar menanyakan nomer hape nya. Namun ternyata Tuhan mengetahui apa yang aku inginkan.</p>
<p>Hingga suatu ketika si makhluk manis meminta nomer hape ku. Tak terbayang rasa senang di hatiku kala itu. Akhirnya kita saling bertukar nomer hape. Dan komunikasi pun semakin sering. Bulan pun terus berlalu hingga aku memberanikan diri untuk mengajak makhluk manis itu bertemu. Si makhluk manis pun menyetujui. Pulang sekolah, di tempat kerjaku. Hatiku tak tenang memikirkannya. Bertemu dengan makhluk manis yang selalu menemani hari ku namun tak pernah ku temui. Dan saat itu pun tiba.</p>
<p>Si makhluk manis menyatroni tempat kerjaku. Karena gugupnya aku sampai bingung mau bilang apa pada waktu itu. Kemudian ku ajak dia duduk tapi karena dia ada urusan dia pun pamit kepadaku. Sebuah pertemuan yang singkat. Malamnya dia sms aku. Dia meledek kegugupan ku saat bertemu dengan nya.</p>
<p>sejak saat itu si makhluk manis makin sering menemuiku. Kami makin dekat, tapi tidak pacaran. Hanya percikan percikan rasa yang timbul di dalam dada. Namun perasaan itu tidak bisa di tutupi. Karena aku gengsi-an aku selalu menahan nahan rasa itu.</p>
<p>Hingga tenggah malam waktu itu. Dia menelpon ku, membangungkan tidur lelapku. Dan dia bilang kalo selama ini dia sayang aku sambil menangis. Aku bingung malam itu, aku tidak bisa lagi menyembunyikan perasaan itu dan akhirnya ku akui juga bahwa aku juga sayang dirinya. Anehnya kita tidak pernah berkomitmen kalau kita sedang menjalani suatu hubungan yang di sebut pacaran. Kita Cuma mengakui kalau kita saling sayang.</p>
<p>Beberapa bulan kemudain dia iba tiba dia menghilang. Aku sudah coba cek friendster nya tapi friendsternya seperti sudah lama tidak di buka. Memang akhir akhir itu aku terlalu cuek terhadapnya. Kesibukan kerja lah yang membuat aku agak melupakannya. Hingga saat ini aku masih mencari nya, terus mencari. Dan tulisan ini pun GARING! <img src='http://fanz.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="aligncenter" title="Advertise with my Blog" src="http://linkfromblog.com/img.001.000698.gif" alt="" width="1" height="1" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2009/08/29/makhluk-manis-di-friendster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I&#039;tiraf..</title>
		<link>http://fanz.web.id/2009/08/26/itiraf/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2009/08/26/itiraf/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 04:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[i'tiraf]]></category>
		<category><![CDATA[penyesalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Ilahi lastu lil firdausi ahlaan Wa&#8217;ala Aqwa &#8216;alannaril jahiimi Fahabli taubatan waghfir dzunubi Fainnaka ghafirudz dzmbil &#8216;adziimi Dzunubi mitslu &#8216;adadirrimaali Fahabli taubatan ya dzal jalaali Wa &#8216;umni haqisun fi kulli yaumin Wa dzambizzaidun kaifa ihtimaalii Illahi &#8216;abdukal &#8216;aasi ataaka Muqirrambiidz dzunuubi waqadda&#8217;aaka Faintaghfir fa anta lidzaka ahlu Wa intathrud famannarjuu siwaaka]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ilahi lastu lil firdausi ahlaan<br />
Wa&#8217;ala Aqwa &#8216;alannaril jahiimi<br />
Fahabli taubatan waghfir dzunubi<br />
Fainnaka ghafirudz dzmbil &#8216;adziimi</p>
<p>Dzunubi mitslu &#8216;adadirrimaali<br />
Fahabli taubatan ya dzal jalaali<br />
Wa &#8216;umni haqisun fi kulli yaumin<br />
Wa dzambizzaidun kaifa ihtimaalii</p>
<p>Illahi &#8216;abdukal &#8216;aasi ataaka<br />
Muqirrambiidz dzunuubi waqadda&#8217;aaka<br />
Faintaghfir fa anta lidzaka ahlu<br />
Wa intathrud famannarjuu siwaaka</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2009/08/26/itiraf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sendiri</title>
		<link>http://fanz.web.id/2009/05/20/sendiri/</link>
		<comments>http://fanz.web.id/2009/05/20/sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 06:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedikit Puitis]]></category>
		<category><![CDATA[alone]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fanz.web.id/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[kita tak harus slalu bersama kadang perlu untuk sendiri menyingkir dari keramaian merenungi semua yang tlah di lakukan kita tak harus slalu sejalan kadang harus berpisah karena tujuan kita berbeda karena mimpi kita tak sama kita memang tak harus slalu bersama karena kita akan sendiri mati dan pertanggung jawabkan dosa ini pertanggung jawabkan amal ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kita tak harus slalu bersama<br />
kadang perlu untuk sendiri<br />
menyingkir dari keramaian<br />
merenungi semua yang tlah di lakukan</p>
<p>kita tak harus slalu sejalan<br />
kadang harus berpisah<br />
karena tujuan kita berbeda<br />
karena mimpi kita tak sama</p>
<p>kita memang tak harus slalu bersama<br />
karena kita akan sendiri<br />
mati<br />
dan pertanggung jawabkan dosa ini<br />
pertanggung jawabkan amal ini<br />
di hadapanNya<br />
sendiri<br />
tanpa nya<br />
tanpa mu<br />
tanpa mereka..</p>
<p>&#8211;<br />
saat hujan basahi bumi<br />
10 april 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fanz.web.id/2009/05/20/sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

