“Kita menderita, bukan karena kita mencintai. Dan mungkin juga bukan karena cinta itu sendiri. Tapi karena kita meletakkan kebahagiaan kita pada cinta yang diterjemahkan sebagai kebersamaan”
Quote diatas saya dapat ketika saya baca bukunya Akhi Salim A. Fillah yang berjudul “Jalan cinta Para Pejuang”. Kata – kata yang dalem dan penuh makna. Bicara cinta memang ga akan pernah habis. Kata yang satu ini memang seru banget untuk di bahas dan di perbincangan. Satu kata namun makna bisa berjuta tergantung dari sisi mana dan siapa yang membicarakannya.
Seperti lirik nasyid The Fikr, Mencintai, di cintai fitrah manusia. Bener! Semua orang pasti donk pernah ngerasain yang namanya cinta baik dari orang tua, sodara, teman bahkan Rabbnya. Cinta buat saya sendiri adalah sesuatu yang manis dan indah buat di rasakan, bukanlah cinta jika itu menyiksa dan pahit untuk di rasakan. Bukanlah cinta bila jika membuat kita menderita.
Namun seperti quote di atas kenapa ada cinta yang membuat kita menderita? Pernahkah kita merasakan cemburu buta hingga membuat kita sakit hati. Bukankah cinta itu indah? Namun kenapa masih saja ada rasa membuat kita sakit hati? Kenapa kita gelisah jika dia jauh dari kita padahal kita bukanlah pemiliknya secara sah.
Jawabannya karena kita meletakkan kebahagian kita di tempat yang salah. Kita meletakkan kebahagiaan tersebut jika kita selalu bersama. Bahkan ada yang saking butanya cintanya rela untuk hidup bersama tanpa adanya akad yang halal untuk mereka tinggal serumah. Namun setelah bosan dengan seenaknya pergi dan meninggalkan pasangannya.
Buat yang mencintai seseorang namun merasa tersiksa dan tidak bahagia, perlu nih buat instropeksi diri. Cari deh dimana sih anda meletakkan kebahagian anda. Jangan – jangan anda meletakkan kebahagian anda jika pasangan menyiksa anda. Hehehe.. . Ada lho orang yang rela ngelakuin apa aja asalkan pasangannya tetep bersama dia. Namun dia tidak sedikitpun ngerasain yang namanya bahagia. Dan itu saya sebut cinta buta! Waspadalah dalam mencintai
gambar di comot dari google
saya setuju : bicara cinta tak kan ada habisnya
berapa liter tangis jatuh karena cinta, miliaran orang terlahir juga oleh cinta…ckckkck
setuju sekali… Smoga cinta tak menambah sembab mata kita alias menangis melulu Mba Mila..
Dan kebanyakan anyak mudah salah dalam mencari dan meletakkan “kecintaan” itu ya bang, biasanya pada ‘teman dekatnya’ yang kemudiyan diminta menghalalkan adanya kholwat
Cinta buta to mas. Banyak muda-mudi yang tidak jelas dasar ‘mencintai’ itu ya?
Bang, blog ini sudah ada di sidebar “ANEKA-LINK”, mohon link backnya ya. Sukran.
jadi takut pengen kawin nih, takut ga bahagia #eh
Itu hembus2an syaithonebos
mencintai apapun di dunia ini harus wajar. kecuali mencintai Allah, sang pencipta
Benci dan suka hanya karenaNya semat bener tuh kata Mba Ari Tunsa
cinta kepada manusia hanya sementara karena kematian akan menjemputnya
tetapi cinta abadi adalah cinta kedapa ALLAH SWT karena Dia maha KEKAL,maha pengasih,maha penyayang,dan tiada duanya…
bener tuh, kebahagiaan bukan berarti selalu bersama, tp itu butuh pemahaman dan kesepakatan bersama
apakah cemburu salah kepada orng yang disayang…??? memang meskipun itu beloh jadi pendamping hidup kita yg sah…terus apa tujuan tuhan menciptakan rasa cemburu dalam diri kita…??? salam persahabatan. . .
setuju, pokoknya setuju banget.. cinta yang katanya menyiksa itu hanyalah mereka yang sudah menempatkan cinta di tempat yang salah.. postingannya keren sob, like this pokoknya
Bicara soal cinta, ambo lebih tertarik dengan konsep cinta ibnu hazm. Bukunyo lah diterjemahkan dalam bahasa indonesia dengan judul seuntai kalung mutira… konsep dan pernak-pernik cinta ado disitu, bahkan pengarang ayat-ayat cinta juga pernah menterjemahkan buku ini kedalam bahasa indonesia…
buliah pinjam bukunyo tu ndak da
buliah-buliah se nyeh;;;;;
lo lg ngomong apaan sih?
) =))
Kok gw tiba2 nyesek?
Sukrane bang lingebeknyo
hmmmm, kalo bicara soal cinta emang gak ada habisnya ya..
Selalu ada aja topik yg menarik untuk diangkat..
Hehehehe