Hari ini aku kembali. Setelah sekian lama meninggalkannya, mencoba melupakannya. Namun tetap saja tak bisa ku lupakan semua kenangan itu. Hingga ku putuskan untuk kembali untuk sekadar melihatnya setelah sekian lama menghilang darinya.
Dia terlihat begitu berbeda semenjak aku meninggalkannya. Tak tampak seperti saat itu. Kini dia semakin tangguh dan lebih ceria sejak aku memutuskan untuk mundur dari hidupnya. Aku tak menyesali keputusanku waktu itu untuk melepaskannya. Karena aku tak mau dia terlalu bergantung kepadaku. Karena aku takkan pernah selalu ada untuknya.
Dan terbukti sekarang ia tak membutuhkan ku lagi. Ia sudah bisa berdiri di atas kakinya dan menapaki kenyataan yang kadang pahit untuk di telan. Dia telah tumbuh menjadi wanita yang tidak mudah bergantung kepada setiap orang. Dan satu lagi dia bukan dirinya yang dulu lagi. Namun dia tetap lucu seperti waktu ku tinggalkan dulu.
Kadang aku merindukan cerita tentang hari-harinya. Keluh kesahnya tentang masalah yang di hadapinya, tentang temannya yang menghianatinya dan cerita lain darinya. Ingin rasanya menghubunginya lagi. Namun rasanya tidak mungkin untukku melakukan itu. Aku tidak mau dia mengingatku lagi. Cukup bagiku untuk mengikuti hidupnya dari jauh. Aku sudah puas…
Untuk kamu yang disana. Hey gadis, maafkan aku meninggalkan kamu. Namun itu semua ku lakukan untuk kebaikan kita bersama. Terbukti sekarang kamu tak membutuhkan ku lagi. Terbukti sekarang kamu jauh lebih kuat. Someday aku ingin lihat kamu lebih bahagia daripada hari ini. Senang rasanya melihat kamu udah bisa move on.
Wah,
puitis sekali bhasax bang. . .
Sadang galau yo bang?
wah,
cocok juga jadi sastrawan bang.
wah,
cocok jadi sastrawan juga bang
Ini sedang sedih ato bahagia to
iya, gapapa mas nggak usah minta maaf gitu juga kali sama saya.
#lhoemangsiapakamu
hehehe
*puk puk fanz*
kata-katanya keren mas,
nikahi saja dik