Home » Entertaiment » Ketika Nasyid Di Serbu Band Religi

Ketika Nasyid Di Serbu Band Religi

Izzatul Islam

Izzatul Islam

Beberapa tahun belakang, setiap ramadhan bermunculan band – band yang awalnya membawakan lagu – lagu cinta yang cengeng dengan cepat berubah membawakan lagu – lagu yang (yang di anggap) religi. Dan beberapa tahun sejak kemunculan fenomena tersebut hampir tidak pernah saya dapati adanya nasyid. Musik yang seharusnya “eksis” pada saat Ramadhan. Hal yang tragis menurut saya.

Dari beberapa munsyid (penyanyi nasyid) yang bisa bertahan menghadapi band – band yang tidak istiqamah ini hanya Opick sama Haddad Alwi. Selebihnya ibarat hilang di tengah menjamurnya band bunglon tersebut. Opick pun saat ini hanya mengeluarkan 1 single, hanya Haddad Alwi yang mengeluarkan 1 Album Full.

Jujur saya kurang suka dengan band – band yang tidak istiqamah ini. Mereka seperti tidak mempunyai identitas. Tidak kreatif! Hanya karena Gigi Sukses dengan recycle lagu – lagu kasidah jadul lalu semua nya berbondong menciptkaan lagu religi. Sama saja seperti Kangen Band  dan ST12 sukses dengan genre melayu yang kemudian di ikuti oleh puluhan band – band ber-genre serupa. Benar – benar tidak kreatif!

Dan letak tidak istiqamahnya adalah pada saat ramadhan berakhir, alunan lagu religi mereka juga berakhir. Dan mereka kembali ke kulit aslinya. Ciptain lagu cinta menye – menye yang membawa orang jadi lemes. Dan ketika ramadhan datang lagi mulai lagi dengan album religi. Begitu seterusnya. Juga

Bisa di simpulkan kalo saat ramadhan mereka mengajak bertobat. Dan setelah ramadhan mari hura – hura lagi. Mari cinta – cinta lagi. Lagian menurut pengamatan saya hampir sebagian besar lagu religi yang di ciptain maknanya tidak ada. Karena mereka menciptakan hanya untuk mencari keuntungan sementara.

Berbeda dengan nasyid yang di ciptain dengan merujuk ke pada al – Quran dan Hadits. Jadi bikinnya juga ga sembarangan. Saya kangen Akhir 90an dan Awal 2000an dimana banyak bermunculan team – team nasyid yang bagus. Dan nasyid tak hanya di dengar oleh kalangan aktivis saja. Selain itu nasyid juga tidak hanya di nikmati pada saat ramadhan saja.

Saat itu team nasyid tidak hanya terpatok pada satu jenis music saja. Seperti Snada yang bernuansa pop, Izzatul Islam  dan Shoutul Harokah dengan semangat Harokinya, Justice Voice dengan parody acapellanya  disusul Nasyid dari negeri jiran seperti Raihan, Hijjaz, Saujana. Dan sekitar 2006an muncul Thufail al Ghifari dengan Rap nya kemudian ada juga munsyid Luar seperti Sami Yusuf dan Maher Zain.

Jujur saya ingin melihat kembali nasyid “eksis” seperti dulu. Pengen tiap ramadhan nasyid menjadi hiburan. Kapan yah nasyid bisa bangkit. Saya pengen denger nasyid Izzatul Islam dan Shoutul Harokah yang full semangat dan jihad, Justice Voice, Snada, Raihan dll, kembali bergema. Ah sungguh saya ga tau kapan hal tersebut bisa kembali. Sekarang ini saya Cuma bisa menikmati nasyid nasyid era jadul tersebut. Tapi tetep ga bosen lho. Hidup Nasyid!

Pict Taken from Izzatul Islam Facebook

Muhammad Irfan

Muslim | Single Fi Sabilillah | Blogger from Bukittinggi - West Sumatera | Mahasiswa PTIK | #IndonesiaTanpaJIL | Photography Enthusiast | More? Follow me @fanz912

Entertaiment » » » » » » » » » »
Tulisan Sebelumnya
«
Tulisan Selanjutnya
»

30 Komentar "Ketika Nasyid Di Serbu Band Religi"


  1. pada plagiat .. tuh gan… biasa lah aji mumpung…..

  2. masinis says:

    yah…, mereka pada elmakukan yang namanya aji mumpung, mumpun pada banyak orang yang pura pura menjadi orang yang beriman, mumpung lagi gencarnya menyerukan keimanna,maka mumpung pulalah mereka untuk mencari duit sebanyak banyaknya

  3. mubaroki says:

    berkunjung bro…

  4. orange float says:

    sudah lama ngak dengar lagunya Raihan, mereka penyanyi nasyid juga kan :lol:

  5. Omiyan says:

    intinya masalah uang

  6. dafiDRiau says:

    iy ni kangen Nasyid….

  7. kangmas ian says:

    hehehe ya gitulah budaya plagiat..yang namanya dunia hiburan mah murni bisnis..
    kalao g suka y sudah g usah didengarkan..mending dengerin murottal..lebih berpahal kan? ^^

  8. and1k says:

    ya namanya rejeki mas gak boleh di tolak hehe

  9. bayuputra says:

    tawakal dan itulah usaha orang di musim-musim tertentu …
    sayang disayangkan memang …

    Band-band juga … pintar mas membaca keadaan … hee

  10. IndahKasihku says:

    Salam Fanz…
    lama tidak bersapa, Indah senang dapat baca posting baru ini.
    Memang lagu nasyid ini kurang bertahan kalau tidak ada komitmen dari munsyidnya. Di Malaysia, hal ini masih bertahan baik kerana dalam banjir muzik barat atau nusantara, nasyid tetap ada tempatnya.

    Salam ramadhan Fanz.
    selamat berpuasa dari Indah. :D

  11. nadiafriza says:

    untungnya gw emang cuma pernah denger lagu2 religi versi Gigi. kalo denger band2 indo lain pasti gw ngomel nya lebih panjang dari lo deh :D

    apalagi pas Anang-Syahrini ikutan ngereligi.. eww!

  12. prof. helga says:

    biasalah bro cari rejeki di bulan romadhon+ cari sensasi juga ahahaha

    soalnya fenomena ini hampir mirip dengan fenomena artis yang berpindah haluan ke dunia musik
    udah suara pas pasan masih aja maksain nyanyi
    ahahaha

    ga pantes banget

  13. ummurizka says:

    saya pikir band-band tsb hanya memanfaatkan moment aja, tp ujungnya bisnis juga…benar saya juga rindu dengan lagu lagu baru grup nasyid yang hebat seperti raihan, brothers, izzatul islam..dll.. eh salam kenal ya, thanks telah berkunjung ke blogku..sering2 berkunjung ya berbagi info yang bermanfaat.

  14. fitrimelinda says:

    iya yah..giliran masuk bulan ramadhan pasti rame-rame bikin lagu religi..

  15. sebenarnya apa makna dari reliji ya. hm…


Halo, Silahkan Tinggalkan Komentarnya