Home » Entertaiment » Ketika Nasyid Di Serbu Band Religi

Ketika Nasyid Di Serbu Band Religi

26 August 2010 /  30 Komentar  / 57x diLihat
Izzatul Islam

Izzatul Islam

Beberapa tahun belakang, setiap ramadhan bermunculan band – band yang awalnya membawakan lagu – lagu cinta yang cengeng dengan cepat berubah membawakan lagu – lagu yang (yang di anggap) religi. Dan beberapa tahun sejak kemunculan fenomena tersebut hampir tidak pernah saya dapati adanya nasyid. Musik yang seharusnya “eksis” pada saat Ramadhan. Hal yang tragis menurut saya.

Dari beberapa munsyid (penyanyi nasyid) yang bisa bertahan menghadapi band – band yang tidak istiqamah ini hanya Opick sama Haddad Alwi. Selebihnya ibarat hilang di tengah menjamurnya band bunglon tersebut. Opick pun saat ini hanya mengeluarkan 1 single, hanya Haddad Alwi yang mengeluarkan 1 Album Full.

Jujur saya kurang suka dengan band – band yang tidak istiqamah ini. Mereka seperti tidak mempunyai identitas. Tidak kreatif! Hanya karena Gigi Sukses dengan recycle lagu – lagu kasidah jadul lalu semua nya berbondong menciptkaan lagu religi. Sama saja seperti Kangen Band  dan ST12 sukses dengan genre melayu yang kemudian di ikuti oleh puluhan band – band ber-genre serupa. Benar – benar tidak kreatif!

Dan letak tidak istiqamahnya adalah pada saat ramadhan berakhir, alunan lagu religi mereka juga berakhir. Dan mereka kembali ke kulit aslinya. Ciptain lagu cinta menye – menye yang membawa orang jadi lemes. Dan ketika ramadhan datang lagi mulai lagi dengan album religi. Begitu seterusnya. Juga

Bisa di simpulkan kalo saat ramadhan mereka mengajak bertobat. Dan setelah ramadhan mari hura – hura lagi. Mari cinta – cinta lagi. Lagian menurut pengamatan saya hampir sebagian besar lagu religi yang di ciptain maknanya tidak ada. Karena mereka menciptakan hanya untuk mencari keuntungan sementara.

Berbeda dengan nasyid yang di ciptain dengan merujuk ke pada al – Quran dan Hadits. Jadi bikinnya juga ga sembarangan. Saya kangen Akhir 90an dan Awal 2000an dimana banyak bermunculan team – team nasyid yang bagus. Dan nasyid tak hanya di dengar oleh kalangan aktivis saja. Selain itu nasyid juga tidak hanya di nikmati pada saat ramadhan saja.

Saat itu team nasyid tidak hanya terpatok pada satu jenis music saja. Seperti Snada yang bernuansa pop, Izzatul Islam  dan Shoutul Harokah dengan semangat Harokinya, Justice Voice dengan parody acapellanya  disusul Nasyid dari negeri jiran seperti Raihan, Hijjaz, Saujana. Dan sekitar 2006an muncul Thufail al Ghifari dengan Rap nya kemudian ada juga munsyid Luar seperti Sami Yusuf dan Maher Zain.

Jujur saya ingin melihat kembali nasyid “eksis” seperti dulu. Pengen tiap ramadhan nasyid menjadi hiburan. Kapan yah nasyid bisa bangkit. Saya pengen denger nasyid Izzatul Islam dan Shoutul Harokah yang full semangat dan jihad, Justice Voice, Snada, Raihan dll, kembali bergema. Ah sungguh saya ga tau kapan hal tersebut bisa kembali. Sekarang ini saya Cuma bisa menikmati nasyid nasyid era jadul tersebut. Tapi tetep ga bosen lho. Hidup Nasyid!

Pict Taken from Izzatul Islam Facebook



Entertaiment » » » » » » » » » »

Post Sebelumnya
«
Post Selanjutnya
»

30 Komentar "Ketika Nasyid Di Serbu Band Religi"

  1. Asop says:

    Iya nih, sok mengikuti kehendak pasar, mentang2 bulan ramadhan. :(
    Kalo mau serius kayak Opick dong, cuman ngeluarin album pas bulan ramadhan. :D
    Ujung-ujungnya memang kembali ke duit. Harus diakui. :(

  2. gadisjeruk says:

    hmmm… aji mumpung ya..?

  3. JhezeR says:

    Namanya jga angin2an, dimana keliatan ada peluang pasar,rame2 kesana

  4. Deden Hf says:

    namanya juga orang jualan fanz, jadi lihat dulu pasarnya gimana. :) sekarang kan romadhon, pasti pasaran lagu2 religi bakal meledak.
    kalau menurut hemat saya sih, sah2 saja mereka membuat lagu religi. asal tetap dijaga saja kualitas lagu2. jadi bukan hanya nyari keuntungan semata. hehe..

  5. darahbiroe says:

    heheh
    mengikuti tren kan emng harus dilakukan
    tapi moga ajah itu bukan hanya tren tapi keluar dari hati nurani
    :D

  6. arif says:

    saya juga kangen nasyid,yg dulu mengiringi ramadhan di kampus2

  7. adizone23 says:

    saya kalo group nasyid favourite Snada dan Raihan…

    Band2 pop sekarang banyak ikut arus dan kemauan pasar… istilahnya dijajah sama Major labelnya sendiri

  8. Abdul Hakim says:

    wah ternyata uda pecinta nasid juga ya… yah saya sepakat dengan uda fanz, dulu ada kontes nasyid tapi sekarang sudah tidak ada lagi…kayaknya perlu promosi yang lebih gencar lagi dari para munsyid tanah air

  9. achoey says:

    Dik, kau suka Izzis dan Shouhar? Wah, mantap.

    Ya dik, tapi lumayan juga kan jadi lebih banyak orang yg dengerin lagu religi. :)

  10. fitr4y says:

    bener juga, sekarang pada mengeruk keuntungan sesaat ..

  11. mila says:

    Berkunjung :) , apa kabar?

  12. Didien® says:

    tapi bagaimanapun juga, Nasyid memiliki penggemar tersendiri..
    saya yakin akan tetap survive,,

    salam, ^_^

  13. adin says:

    idem nih pikirannya bro…maklumlah, namanya udah masuk zaman matrealistis, buat apa makna, yang penting duit…payah ya…

  14. atas nama pasar semuanya begitu klise.

  15. NASYID : Subhanallah memiliki daya menyentuh hati yang tinggi daripada musik religi. senandung2 yg dilantunkan oleh seorang munsyid yg insya allah istiqomah sholeh sholehah, ikhlas dan gak ingin hura2 serta gak hanya dilantunkan saat ramdhan aja membuat nasyid begitu mempesona dan bisa menjadi penyejuk hati, tapi tetep alunan murotal adalah nomer satunya,,

    MUSIK RELIGI,: kreatif dan juga keren dalam penyajian iringan musiknya, namun sayang kebanyakan yang melantunkan adalah anak2 band ato artis2 tv yang kbanyakan sering melantunkan lagu2 patah hati, cinta terlarang cengeng dll. eh waktu ramdhan berubah jadi religi, hbs itu cinta cintaan lagiii,,, upsss kenapa artis2 tetep tak mau pake jilbab meski nyanyiin lagu religi ??????……….. terus beda kalau munsyid2 muslimah… mereka anggun dan muslimahhh

Halo, Silahkan Tinggalkan Jejak Komentarnya Yoo...